**.Welcome To My World.**

Kamis, 22 September 2016

SAMBA SERVER

Pengertian
Samba Server merupakan sebuah protokol yang dikembangkan di Sistem Operasi Linux untuk melayani permintaan pertukaran data antara mesin Ms. Windows dan Linux.
Disamping untuk melayani file sharing antara Windows dan Linux, Samba juga merupakan salah satu protokol yang digunakan di Sistem Operasi Linux untuk melayani pemakaian data secara bersama-sama.
 
Dasar Pengembangan 
dasar dari pengembangan Samba adalah protokol SMB yang merupakan singkatan dari Server Message Block yang merupakan protokol standard yang dikeluarkan oleh Microsoft yang digunakan oleh Windows. Fungsi SMB dalam Windows adalah sebagai protokol yang digunakan untuk membagi data, baik dari perangkat CD-ROM, hard disk, maupun perangkat keluaran seperti printer dan plotter untuk dapat digunakan bersama-sama.
 
Fungsi Samba Server
Menghubungkan antara mesin Linux (UNIX) dengan mesin Windows. Sebagai perangkat lunak cukup banyak fungsi yang dapat dilakukan oleh samba software, mulai dari menjembatani sharing file, sharing device, PDC, firewall, DNS, DHCP, FTP, webserver, sebagai gateway, mail server, proxy dan lain-lain. Fasilitas pengremote seperti telnet dan ssh juga tersedia. Dapat berfungsi sebagai domain controller pada jaringan Microsoft Windows.
 
Kelebihan 
a.  Gratis atau free
b.  Tersedia untuk berbagai macam platform
c.  Mudah dikonfigurasi oleh administrator

d.  Sudah terhubung langsung dengan jaringan
e.  Mudah dikonfigurasi sesuai dengan kebutuhan administrator
f.  Mempunyai performa yang maksimal.
g. dan jarang ditemui masalah dalam penggunaannya di  jaringan 
 
Port yang digunakan samba adalah port 445 

Selasa, 26 Juli 2016

OSI (Open System Interconnection)

OSI (Open Systems Interconnection)
Diciptakan oleh Internasional Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standart ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien. Tujuan utama penguncian model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data
Cara Kerja OSI Layer
Ketika data ditransfer melalui jaringan,sebelumnya data tersebut harus melewati 7 layer dari 1 terminal. Mulai dari layer aplikasi sampai physical layer. Kemudian disisi penerima,data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim maka akan ditambahkan 1 "header" sedangkan pada sisi penerima "header" dicopot sesuai dengan layernya. Masing - masing layer memiliki tugas tersendiri demi kelancaran data yang akan dikirimkan.
Pembagian layer :
A. Upper layer
1. Application           3. Session
2. Presentation
B. Lower layer
4. Transport              6. Data link
5. Network               7. Physical

1. Physical Layer
adalah layer yang paling sederhana yang berkaitan dengan electrical dan optical koneksi antar peralatan. fungsi layer ini untuk mendefinisikan media transmisi jaringan,metode jaringan,metode pensinyalan,sinkronisasi bit,arsitektur jaringan (seperti ethernet/token ring),topologi jaringan,dan pengkabelan. contoh : Hub
Network Components : repeater,multiplexer,Hubs(passive&active),amplifier
Protocol : ISO 2110,ISDN,IEEE 802(Ethernet standart),IEEE 802.2 (Ethernet Standart)
2. Data Link Layer
layer ini sedikit lebih 'cerdas' dari layer physical karena menyediakan tranfer data yang lebih nyata. sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high level. fungsi layer ini untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. contoh : NIC/LAN Card
Network Components : Bridge,Switch,ISDN Router,NIC,Advanced Cable Tester
Protocol : 802.3 CSMA/CD (Ethernet),802.4 Token Bus (ARCnet),802.5 (Token Ring),802.12 (Demand Priority)
3. Network Layer
tugas utama layer ini yaitu menyediakan fungsi routing hingga paket dapat dikirim keluar dari segment network local kesuatu tujuan yang berada pada suatu network lain. fungsi layer ini untuk mendefinisikan alamat IP,membuat header untuk paket-paket kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router & switch layer. contoh : B-router
Network Components : Bridge,Switch,ISDN Router,Intellegent HUB,NIC,Advanced Cable Tester
Protocol : IP;ARP;RARP;ICMP;RIP;OSFP. IGMP,IPX,NWLink,OSI,DPP,DECnet
4. Transport Layer
layer ini adalah pusat dari model OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir. layer ini juga menyediakan  multiplexing,kendali aliran & pemeriksaan error serta memperbaikinya. fungsi layer ini untuk memecah data kedalam paket data serta memberikan no urut ke paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima,membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement),mentransmisikan ulang terhadap paket yang menghilang ditengah jalan. contoh : B-router
Network Components : Gateway,B router,Advanced Cable Tester
5. Session Layer
layer ini menyediakan layanan kedua layer diatasnya,melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. fungsi layer ini utnuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dihancurkan,dilakukan resolusi nama,mengendalikan dialog antar aplikasi. contoh : Gateway
Network Components : Gateway
Protocols : NetBIOS,Names Pipes,Mail slots,RPC
6. Presentation Layer
pada layer ini terhadi pembuatan struktur data yang didapatnya dari lapisan aplikasi ke sebuah format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. layer ini juga bertanggung jawab untuk melakukan enkripsi data,kompresi data. konversi set karakter,interpretasi perintah-perintah grafis. fungsi layer ini yaitu untuk mentranslasikan data yang tidak ditransmisikan jaringan. contoh : Gateway
Network Components : Gateway,Redirector
Protocol : None
7. Application Layer
Layer ini adalah yang paling 'cerdas',layer ini sebagai penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. fungsi layer ini sebagai antar muka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan ,mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. contoh : gateway
Network Components : Gateway
Protocols : DNS,FTP,TFTP,BOOTP,SNMP,RLOGIN,SMTP,MIME,NFS,FINGER,NCP,SMB,AFP

Senin, 25 Juli 2016

PROTOKOL JARINGAN

A. PENGERTIAN PROTOKOL JARINGAN

Protokol Jaringan adalah perangkat aturan yang digunakan dalam jaringan, Protokol adalah aturan main yang mengatur komunikasi diantara beberapa komputer di dalam sebuah jaringan sehingga komputer-komputer anggota jaringan dan komputer berbeda platform dapat saling berkomunikasi.

B. JENIS - JENIS PROTOKOL JARINGAN
Berikut adalah Jenis-Jenis Protocol Jaringan komputer:
1.         Ethernet
2.         Local Talk
3.         Token Ring
4.         FDDI
5.         ATM

B. PENGERTIAN TCP/IP 
TCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
Adalah standar komunikasi data yang digunakan oleh komunitas internet dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan Internet. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini. Data tersebut diimplementasikan dalam bentuk perangkat lunak (software) di sistem operasi. Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack. TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen. Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
Protokol Komunikasi TCP/IP Pada TCP/IP terdapat beberapa protokol sub yang menangani masalah komunikasi antar komputer. TCP/IP merngimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis, di antaranya adalah :
  1. Protokol lapisan aplikasi : bertanggung jawab untuk menyediakan akses kepada aplikasi terhadap layanan jaringan TCP/IP. Protokol ini mencakup protokol Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Domain Name System (DNS), Hypertext Transfer Protocol (HTTP), File Transfer Protocol (FTP), Telnet, Simple Mail Transfer Protocol (SMTP), Simple Network Management Protocol (SNMP), dan masih banyak protokol lainnya. Dalam beberapa implementasi stack protokol, seperti halnya Microsoft TCP/IP, protokol-protokol lapisan aplikasi berinteraksi dengan menggunakan antarmuka Windows Sockets (Winsock) atau NetBIOS over TCP/IP (NetBT).  
  2.  Protokol lapisan antar-host : berguna untuk membuat komunikasi menggunakan sesi koneksi yang bersifat connection-oriented atau broadcast yang bersifat connectionless. Protokol dalam lapisan ini adalah Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). 
  3.  Protokol lapisan internetwork : bertanggung jawab untuk melakukan pemetaan (routing) dan enkapsulasi paket-paket data jaringan menjadi paket-paket IP. Protokol yang bekerja dalam lapisan ini adalah Internet Protocol (IP), Address Resolution Protocol (ARP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Internet Group Management Protocol (IGMP).
  4. Protokol lapisan antarmuka jaringan : bertanggung jawab untuk meletakkan frame-frame jaringan di atas media jaringan yang digunakan. TCP/IP dapat bekerja dengan banyak teknologi transport, mulai dari teknologi transport dalam LAN (seperti halnya Ethernet dan Token Ring), MAN dan WAN (seperti halnya dial-up modem yang berjalan di atas Public Switched Telephone Network (PSTN), Integrated Services Digital Network (ISDN), serta Asynchronous Transfer Mode (ATM))

Kamis, 12 Mei 2016

Laporan Menginstall Blender di Linux Mint dan Cara Membuat Gelas di Blender



LAPORAN CARA MENGINSTALL BLENDER DI LINUX MINT
1. Buka Aplikasi Virtual Box

              
2  2.  Pilih “RANI” dan Klik Settings



      3.  Saat di menu settings,pilih USB

    4.  Selanjutnya pilih tombol +,untuk menambah device. (Flash Disk/mouse)

5 5. Pilih Adata,karena saya menggunakan Flash Disk Adata. Jika sudah klik OK,  

     6. Kemudian start “RANI”
     7.  Klik icon folder yang bernama “berkas” di taskbar linux mint

     8.   Pilih 7.7 Volume (jika di windows “removable disk”)

    9. Pilih file “blender” klik kanan,dan pilih opsi buka dengan Wine

   10.Kemudian kita akan masuk kedalam menu install blender. Kemudian klik next

   11.  Pada menu ini,centang “I agree the licence” dan klik next



12.   Saat di custom setup,kita tidak mengatur apa-apa. Lalu klik next

13.   Saat ready install blender,klik “Install”

14.   Tunggu sampai status loading selesai


15.   Jika sudah selesai,klik finish




16. Blender Sudah terinstall


CARA MEMBUAT GELAS DI BLENDER
1. Buka Aplikasi Blender


2                                                         2. Kemudian hapus objek,klik x
3. Klik shift + a untuk menambah objek,pilih cylinder
4. Kemudian masuk kedalam edit mode,pilih permukaan atas objek,tarik ke arah sumbu z. lalu ctrl+r
 
5. Perkecil ukuran,klik s
6. kemudian,klik ctrl + r untuk mengecilkan ukuran bagian bawah dengan klik s
7. untuk mengatur bagian bawah gelas,klik ctrl + r dan klik s untuk menyesuaikan ukurannya

8. untuk menghilangkan bagian atas,klik x pilih "faces"
9. kemudian untuk menambahkan foto,klik modifier (lingkaran merah) dan klik new(panah kuning)
10. lalu klik 2x di kolom putih untuk mengatur warna
11. jika sudah pas,klik f12 untuk melihat hasil objek kita








Laporan Simulasi Digital (Editing Video dan Pembuatan Animasi)





Disusun Oleh :

Rani Pratama Putri
Kelas : X TKJ 1 / 32



BAB I. Aplikasi Edit Video

Windows Movie Maker

Teori Dasar
Windows Movie Maker adalah software video editing gratis yang dibuat oleh Microsoft. Program ini telah terintegrasi dengan sistem operasi Windows XP. Pada versi awalnya (versi 1.0) tools ini belum memiliki fasilitas yang lengkap, tetapi setelah mengalami perbaikan dan diluncurkan ke publik dalam versi terbaru (versi 2.0) tools ini patut diacungi jempol, mengingat semakin banyaknya fasilitas yang disertakan didalamnya. 
Anda dapat menggunakan Windows Movie Maker untuk mengcapture audio dan video dari camera video, web camera atau dari sumber video lainnya, lalu kemudian mengedit hasil capture tersebut menjadi sebuah movie. Selain itu anda dapat melakukan import audio, video maupun gambar ke dalam Windows Movie Maker untuk dipakai bersama movie yang dibuat. Dalam proses edit audio dan video menggunakan Windows Movie Maker Anda dapat pula menambahkan title, transisi dan efek visual sesuai dengan keinginan, untuk kemudian menyimpan hasil final berupa movie ke dalam berbagai format video.
Windows Movie Maker 2.0 memang bukan ditujukan bagi kalangan profesional, tetapi kehadirannya sungguh sangat membantu para consumer yang tidak menginginkan keluar uang untuk membeli sebuah tool editing video. Fasilitas yang disediakan didalam program ini bisa dibilang lengkap, tersedianya fasilitas capture, import, timeline (walaupun dengan jumlah layer yang terbatas), storyboard, beraneka transisi dan efek video, serta fasilitas render mencerminkan bahwa program ini bukanlah program mainan, walaupun masih memiliki berbagai keterbatasan.
Kalau hanya untuk membuat video dokumentasi pernikahan, wisuda, acara piknik, rapat, seminar, film dokumenter dan film independent rasanya sudah cukup apabila diolah menggunakan tool ini. Yang terpenting dalam produksi video adalah berlakunya kaidah “garbage in garbage out”, artinya input video akan menentukan hasil akhir video. Jadi source video yang akan di-edit haruslah bagus dari sudut pandang teknis dan sinematografi, sehingga mendapatkan hasil akhir yang bagus pula.
Konsep Dasar Windows Movie Maker
Terdapat beberapa konsep dasar yang harus dipahami sebelum mulai mengedit video menggunakan Windows Movie Maker. Hal ini bertujuan agar terjadi persamaan persepsi dan pengertian atas istilah-istilah yang nantinya dipergunakan dalam pembahasan.
Memahami Collections, Projects dan Movies
Berikut ini merupakan pengertian dari Collections, Projects dan Movies :
>> Collections, berisikan clip audio, video clip atau gambar yang kita import atau capture dalam Windows Movie Maker. Sebuah Collection berperan sebagai container clipclip (sebagai satuan terkecil dari video dan audio) yang kita miliki. Collection membantu mengorganisir hasil import dan capture. Collections berada dalam Collections pane dalam Windows Movie Maker.
>> Projects, berisi susunan dan informasi waktu dari audio dan video clip, transisi video, efek video dan title yang telah ditambahkan ke dalam storyboard maupun timeline. File project disimpan dengan ekstensi *.wswmm. Dengan menyimpan project maka nantinya project dapat dibuka dan digunakan kembali, dan akan tersimpan pada keadaan terakhir digunakan.
>> Movie, adalah project final yang disimpan menggunakan Save Movie Wizzard. Kita dapat menyimpan movie ke dalam komputer atau recordable CD, atau mengirimkan sebagai attachment email, bahkan menyimpannya ke dalam Web. Movie yang telah tersimpan dapat dimainkan dalam Windows Media Player serta browser web. Jika diinginkan maka movie dapat pula disimpan dalam DV camera menggunakan koneksi yang tersedia (IEEE 1394).

Tentang Source Files
Source file adalah file media digital (misalnya file audio dan video serta gambar) yang diimport ke dalam Project. Ketika Anda mengimport file video, audio atau gambar maka file-file tersebut akan tampil dalam Windows Movie Maker sebagai representasi dari source file asli. File-file yang diimport tersebut tidak akan dicopy/digandakan tetapi hanya namanya saja yang digunakan oleh Windows Movie Maker. Ketika Anda mengadakan perubahan pada file yang telah diimport dalam Windows Movie Maker maka tampilan file dalam Windows Movie Maker akan ikut berubah sesuai dengan perubahan yang Anda buat. Jika Anda menghapus nama file yang telah diimport dalam Windows Movie Maker maka file asli/source file tidak akan ikut terhapus.
Perangkat Capture Video dan Audio
Dalam Windows Movie Maker Anda dapat menggunakan berbagai perangkat capture untuk memindahkan rekaman audio dan video ke dalam komputer. Terdapat dua kategori dasar perangkat capture yaitu perangkat capture video dan perangkat capture audio.
Perangkat capture video memiliki fungsi memindahkan rekaman video ke dalam komputer, dalam Windows Movie Maker Anda dapat menggunakan berbagai perangkat capture seperti tertera di bawah ini :
>> Perangkat video analog seperti kamera video analog (Beta, VHS, SVHS dan Hi8) dan Video Cassette Recorder (VCR) yang terhubung dengan video capture analog.
>> Web camera
>>  Digital video seperti DV camera atau VCR yang terkoneksi menggunakan port IEEE 1394
>> TV Tuner Card
Perangkat capture audio berfungsi untuk memindahkan audio dari sumber luar ke dalam komputer. Perangkat capture audio yang paling populer adalah microphone (mic). Berikut ini perangkat capture audio yang dapat digunakan dalam Windows Movie Maker :
>> Audio Card (sound card)
>>  Microphone yang standalone
>> Builtin microphone dalam perangkat camera video (analog maupun digital)

Menyimpan Movie
Ketika telah selesai melakukan editing pada project dalam Windows Movie Maker maka Anda dapat menyimpannya sebagai movie (proses untuk menghasilkan movie disebut dengan rendering). Anda dapat menyimpan movie ke dalam CD untuk kemudian disebarkan kepada teman, menyimpan dan mengirim movie sebagai attachment dalam email, atau mengirimnya ke video hosting di web, atau dapat pula disimpan kembali dalam DV camera. Movie yang telah tersimpan merupakan media digital yang telah ditambahkan dalam timeline/storyboard, yang didalamnya terdapat clip audio, clip video, gambar, transisi video, efek video, title dan credit.
Jenis File yang Disupport oleh Windows Movie Maker
Dibawah ini beberapa tipe file yang dapat dipergunakan (diimpor) di dalam Windows Movie Maker :
>> File audio, berupa file dengan ekstensi *..aif, .aifc, .aiff .asf, .au, .mp2, .mp3, .mpa, .snd, .wav, and .wma
>> File gambar, berupa file dengan ekstensi *.bmp, .dib, .emf, .gif, .jfif, .jpe, .jpeg, .jpg, .png, .tif, .tiff, and .wmf
>> File video, berupa file dengan ekstensi *.asf, .avi, .m1v, .mp2, .mp2v, .mpe, .mpeg, .mpg, .mpv2, .wm, and .wmv
Antar Muka Windows Movie Maker 2.0
Setelah terinstal maka Windows Movie Maker 2.0 siap untuk dipergunakan. Untuk menjalankan Windows Movie Maker 2.0 caranya pilih Start > All Programs > Windows Movie Maker.

Area kerja Windows Movie Maker terdiri dari beberapa bagian:
                                     Gambar 1.0 Menu yang ada di Windows Movie Maker





Menu Bar dan Toolbar
Pada area kerja Windows Movie Maker di area atas terdapat bagian yang bernama Menu Bar dan area tepat dibawahnya dinamakan Toolbar.
Pada area Menu Bar terdapat beberapa pilihan menu, yaitu File, Edit, View, Task, Clip, Play dan Help. Dalam menu-menu inilah terdapat berbagai perintah dalam pengoperasian Windows Movie Maker.
Sedangkan Toolbar berisi tombol-tombol perintah, yang serupa dengan pilihan perintah yang ada dalam Menu Bar. Dalam Toolbar perintah-perintah tersebut ditampilkan dalam bentuk icon-icon sedangkan dalam Main Bar tombol perintah ditampilkan dalam bentuk teks.
Movie Task Panel
Di sebelah kiri area kerja Windows Movie Maker terdapat area yang dinamakan Movie Task Panel. Sama seperti halnya Main Bar dan Toolbar, area ini juga berisi tombol-tombol perintah, bedanya dalam Movie Task Pane perintah-perintah tersebut dibagi dalam beberapa kategori sesuai dengan urutan/tahapan pengolahan video. Movie Task Panel terdiri dari kategori Capture Video, Edit Movie, Finish Movie dan tambahan Movie Making Tips. Untuk menampilkan Movie Task Panel caranya pada Main Bar pilih View > Task Panel, atau klik tombol Task yang berada pada Toolbar.
Collections Panel dan Content Panel
Collections Panel terletak pada area yang sama dengan Movie Task Panel. Untuk menampilkan Collections Panel caranya pada Menu Bar pilih View > Collections, atau klik tombol Collections yang ada pada Toolbar.
Dalam area Collections Panel terdapat 3 buah kategori, yaitu Video Effects, Video Transitions dan Collections. Kategori-kategori tersebut memiliki kontennya masing-masing, isi dari kategori akan ditampilkan dalam Content Panel. Apabila salah satu kategori dalam Collections Pane di klik maka dalam Contents Panel akan tampil isi/anggota dari kategori tersebut. Kategori Video Effects berisi efek-efek visual yang dimiliki Windows Movie Maker. Berbagai macam efek visual yang dimiliki ditampilkan dalam Contents Panel. 
Pilihan Video Transitions berisi efek-efek transisi yang dimiliki oleh Windows Movie Maker.
Sedangkan pilihan Collections berisi koleksi-koleksi clip video, audio dan gambar yang terdapat dalam Windows Movie Maker.
Monitor
Monitor berada di sebelah kanan area kerja Windows Movie Maker, berfungsi menampilkan preview video dan audio. 
Di bawah Monitor terdapat sekumpulan tombol playback yang biasa disebut dengan Playback controls, berfungsi untuk memutar clip video dan audio.
Timeline
Di bagian bawah area kerja Windows Movie Maker terdapat sebuah area yang dinamakan Timeline. Timeline berfungsi sebagai tempat meletakkan dan menyusun koleksi file video, audio, transisi, title dan musik. Susunan dalam Timeline akan ditampilkan pada Monitor sebagai preview. Di dalam Timeline Anda dapat melakukan pengaturan durasi clip, pemotongan clip, penambahan efek transisi dan pemberian efek video. Timeline terdiri dari beberapa bagian yang biasa disebut dengan Track. Terdapat 5 buah Track dalam Timeline, yaitu :
>> Video, tempat menyusun clip video dan gambar
>>  Transition, berisi efekefek transisi
>>  Audio, berisi audio yang menyertai clip video yang disusun dalam Track Video
>>  Audio/Music, berisi clip audio tambahan berupa narasi dan musik
>>  Title Overlay, berisi title dan credit title yang ditambahkan dalam Timeline
Untuk menambahkan dan menyusun clip ke dalam Timeline, Anda hanya perlu melakukan drag and drop saja, sama halnya ketika ingin menambahkan efek transisi dan efek video.


Kelebihan dan Kekurangan Windows Movie Maker
Widows Movie Maker ini memilikki kelebihan dan kekurangan, adapaun kelebihan  pada Windows Movie Maker ini di antaranya :
1.      Hasil jadi dari videonya tidak terlalu besar kapasitasnya.
2.      Dapat di masukan ke dalam internet
3.      Tampilannya sederhana sehingga mudah di pelajari
4.      Kebanyakan sudah ada diseiap komputer yang menggunakan Microsoft Windows
5.      Dapat langsung di jadikan menjadi bentuk VCD maupun DVD tanpa melalui nero
6.      Lebih mudah dan simple untuk pengedit pemula
7.      Dapat mengedit hanya dengan geser dan drag.

Sedangkan kekurangan pada Windows Movi Maker adalah sebagai berikut:
1.      Pola permainan animasinya sedikir
2.      Proses penyimpanan videonya sangat lama
3.      Video yang mau di edit harus berupa WMV.
4.      Tidak dapat dibuka hasilnya di komputer lain jika masih dalam keadaan project.
5.      Kurang memilii fitur effect untuk memperindah video
6.      Saat video telah terpotong kadang video terlalu cepat.



VideoPad
Teori Dasar
VideoPad adalah aplikasi untuk mengedit Video. Aplikasi ini memungkinkan kita untuk memotong, menyalin dan menyatukan video kemudian menyimpannya lagi kedalam format apapun yang kita inginkan, termasuk format yang kompatibel dengan CD.

dengan menggunakan aplikasi ini, kita juga dapat membuat teks lirik lagu dalam video clip atau juga subtitle film. dalam hal tampilan, aplikasi ini sangat sederhana sekali, kapasitas kecil dan gratis, namun bicara tentang fitur,
sangat lah patut diacungkan 2 jempol.

Fitur VideoPad
Menambah dan Menghapus Klip
Memulai proyek Anda dengan menambahkan file ke area daftar media. Setiap file yang Anda tambahkan ke VideoPad dianggap menjadi klip. Untuk menambahkan file video ke VideoPad, baik klik Tambah media  tombol pada toolbar, atau pilih File => Capture Video dari menu. Browse ke file video Anda, pilih file yang ingin Anda gunakan dan klik Open.

Setelah file Anda telah ditambahkan, jika Anda ingin menghapus salah satu dari mereka, klik kanan pada file dan pilih Hapus item dari menu.

Menggunakan Area Preview Clip
Ketika Anda memilih klip di daerah daftar media, klip akan tersedia untuk mengedit di area pratinjau klip . Di sini Anda dapat mengontrol pemutaran klip dengan mengklik Play / kembali / tombol maju. Anda juga dapat melompat ke posisi dalam klip dengan menyeret kursor Anda bersama sementara waktu menekan tombol kiri mouse.

Menyesuaikan Poin Dalam / Luar
Jika Anda membutuhkan bagian tertentu dari klip video Anda, Anda dapat menggunakan bendera merah dan biru untuk mengatur  Dalam dan Out  poin (atau tekan  Ctrl + , dan Ctrl +.  Hot keys). Flag-flag ini menentukan awal dan akhir klip setelah ditambahkan untuk urutan.

Anda juga dapat memotong klip baru dari klip yang ada dengan mengklik Simpan sebagai klip baru tombol di sebelah kanan dari In / Out bendera (icon dari file video dengan bintang di pojok kanan atas). Saat diklik, Anda akan melihat klip baru telah dibuat dan ditambahkan ke daerah daftar media.

VideoPad juga dapat diatur untuk menampilkan frame sebelumnya dan berikutnya dari file video. Hal ini dapat membantu dalam proses editing, namun dianggap menjadi fitur Advanced. Untuk beralih ke tampilan ini, klik kanan di preview sebenarnya dari klip dan pilih Tampilkan frame sebelumnya dan berikutnya.

Menempatkan klip di Sequence
Setelah Anda puas dengan pengaturan In / Out klip Anda, Anda kemudian dapat menempatkannya di urutan Proyek. Anda dapat melakukan ini dua cara.

Yang pertama adalah dari daerah daftar media. Cukup pilih klip Anda dalam daftar dan dengan tombol kiri mouse ditekan, drag turun ke daerah urutan. Atau, Anda bisa klik kanan pada klip dipilih dan pilih Tambah Item ke Sequence dari menu. Klip Anda sekarang telah ditambahkan ke Sequence dan merupakan bagian dari proyek Anda.

Cara kedua untuk menambahkan klip untuk Sequence adalah dari area pratinjau klip. Pada toolbar preview klip daerah itu, klik Tambahkan klip untuk urutan tombol (hijau, panah ke bawah menunjuk) di sebelah kanan tombol Simpan sebagai klip baru. Klip Anda sekarang telah ditambahkan ke akhir Sequence Anda dan merupakan bagian dari proyek Anda.

Mengedit klip di Sequence
Anda dapat mengatur panjang klip dengan frame ukuran klip pada Sequence. Untuk melakukan ini, pertama pilih klip pada urutan yang ingin Anda edit sehingga menjadi disorot (biru gelap). Anda kemudian dapat klik dan drag dari awal atau akhir frame klip untuk menyesuaikan poin In dan Out klip. Ini akan memberi Anda hasil yang sama seperti menyesuaikan In / Out Flags di wilayah Preview Clip.

Anda juga dapat menambahkan efek untuk klip Anda pada Sequence. Untuk menambahkan efek, klik ikon bintang hijau di sudut kiri bawah klip di Sequence. Atau, Anda dapat memilih klip dan kemudian klik Edit -> Klip -> Mengatur Efek di menu atas. Untuk menerapkan efek ke klip sekaligus, pilih klip pertama, tekan tombol Shift dan klik kiri pada klip terakhir yang ingin Anda pilih. Untuk mempelajari lebih lanjut silakan lihat Efek.

Untuk menambahkan transisi antara klip, klik ikon kotak biru di pojok kanan bawah klip di Sequence. Atau, Anda dapat pilih klip dan kemudian memilih transisi yang Anda ingin menerapkan dari drop down di sebelah kiri area Sequence, atau klik Edit -> Klip -> Transisi Tambah di menu atas. Anda juga bisa multi-memilih klip dan menerapkan transisi tunggal untuk banyak klip. Untuk mempelajari lebih lanjut silakan lihat Transisi.

Untuk membagi klip pada titik tertentu, menavigasi menggunakan timeline (di atas Sequence) dan tarik slider ke titik di mana Anda ingin membagi klip. Anda dapat menggunakan area Pratinjau urutan untuk referensi mana Anda berada dalam klip. Setelah Anda puas pada titik di mana Anda ingin membagi klip Anda, klik Split Klip tombol pada panel Track Video.

Bekerja dengan Audio
Jika klip audio asli memiliki itu akan ditampilkan dalam Audio Clip Track area bila klip sudah ditambahkan ke Sequence.

Atau, Anda dapat memilih untuk menambahkan efek suara dari Perpustakaan Suara NCH dengan mengklik kanan ruang kosong pada soundtrack dan memilih Sound Effect Tambahkan Dari Perpustakaan Sound Effect NCH ... dari menu konteks. File yang Anda pilih akan ditambahkan pada lokasi yang Anda telah diklik kanan.

Anda juga dapat menambahkan audio independen untuk Sequence. Setelah menambahkan file audio ke daerah daftar media (Tambah media tombol dari toolbar), hanya drag dan drop ke area Soundtrack dari Sequence. Setelah di Sequence, Anda dapat memindahkan soundtrack sekitar dan menyesuaikan poin In dan Out seperti klip video yang normal.

Anda juga dapat memindahkan file suara Anda dari satu track ke yang lain menggunakan drag-and-drop pilihan atau dengan memilih Pindah ke lagu dari menu konteks klik kanan.


Membangun Proyek
Setelah Anda menyelesaikan proyek Anda yang Anda butuhkan untuk membangun. Klik Simpan Film tombol pada toolbar. Sebuah kotak dialog baru akan muncul. Pilih perangkat tujuan dan format yang Anda ingin proyek Anda yang akan dibangun untuk. Ada halaman bantuan untuk setiap jenis tujuan (mengaksesnya dengan mengklik Help tombol di bawah Output Video Setup dialog).

Menyimpan dan pemuatan proyek video Anda
Jika Anda ingin menyimpan proyek Anda pilih File -> Save Project As dari menu dan pilih file tujuan untuk menyimpan proyek Anda untuk.

Untuk memuat proyek disimpan pilih File -> Open Project ... dari menu. Kemudian pilih file proyek yang disimpan.
Berikut adalah beberapa fitur dari VideoPad Video Editor :

 Efek Transisinya:
· Pilih dari berbagai memudar transisi untuk memberikan
· Film Anda bahwa sentuhan profesional.
· Preview efek secara real time.
· Sesuaikan durasi efek.

 Audio Toolsnya:
· Impor dan campuran trek musik seperti pro.
· Membuat soundtrack film kustom Anda sendiri.
· Rekam narasi Anda sendiri dengan mengklik tombol.
· Impor pra-rekaman narasi, efek suara atau musik.

Lengkapi Optimasi Videonya:
· kecerahan, saturasi dan warna untuk video Anda.
· Tambahkan foto dan gambar digital dengan klik tombol.
· Terapkan efek seperti hitam & putih, sepia nada dan negatif.
· Tambahkan keterangan teks ke film.

Berbagi Dengan Keluarga Anda dan teman-teman:
· Burn ke DVD dan menonton di ruang tamu Anda di TV Anda.
· Simpan untuk Youtube dan berbagi secara online dengan teman-teman.
· Simpan ke PSP, iPod, iPhone atau ponsel 3GP.
· Simpan ke PC Anda sebagai film digital berkualitas tinggi.

Format:
· Video: avi, mpeg, wmv, DivX, Xvid, MPEG1, MPEG2, MPEG4, mp4, mov, asf, vob, ogm, .3 gp, H.264, RM dan banyak lagi.
· Gambar: bmp, gif, jpg, jif, sekejap, jpeg, exif, png, tif

Output Format:
· Disc ekspor: DVD, CD, Blu-ray Disc, HD-DVD
· Video ekspor: avi, wmv, asf, mpg, 3gp, mp4, mov, iPod, iPhone, PSP, Mobile Phone, Pocket PC.

BAB II. Aplikasi Edit Animasi
 BLENDER
Teori Dasar

Blender adalah program aplikasi 3D opensource yang cukup populer. Program aplikasi ini memiliki banyak sekali fitur yang tak kalah dengan program aplikasi 3D lain yang berbayar. Uniknya, selain digunakan untuk modeling 3D, Blender memiliki Engine 3D sendiri. Cukup memuaskan dengan ukuran file sebesar + 20 MB namun dapat mendukung berbagai macam pekerjaan 3D.
Program ini sangat cocok untuk pembuat film, game, arsitektur, ilustrator, dan masih banyak lagi karena blender mempunyai fitur yang sangat lengkap. mulai dari modeling, rendering, 
sebenarnya, dalam produksi dibutuhkan beberapa package: modeling, tekstur, animasi dan kompusiting. dan, blender mempunyai fitur yang dibutuhkan.


Perintah Dasar
 TAB key : Berfungsi untuk mengubah antara edit mode dan object select mode.
 O key : Berfungsi untuk mengaktifkan proportional vertex editing pada edit mode.
 A key : Berfungsi untuk memilih semua vertices yang terdapat pada sebuah obyek.
B key : Berfungsi untuk memilih banyak obyek dengan menggunakan windows drag.
Space bar : Berfungsi untuk menampilkan menu tool.
Number pad : Berfungsi untuk mengontrol view. 7 untuk top, 1 untuk front, 3 untuk side, 0 untuk camera, 5 untuk perspective, Untuk memperbesar obyek yang telah dipilih, + dan - untuk memperbesar atau memperkecil.
Mouse : Klik kiri berfungsi untuk mengubah, Klik kanan berfungsi untuk memilih, Klik tengah atau scroll berfungsi untuk memperbesar dan merotasi view.
  Shift key : Berfungsi untuk memilih obyek lebih dari satu dengan cara menahan tombol Shift dan Klik kanan.
Arrow key : Berfungsi untuk pembuatan frame dalam sebuah animasi.
R key : Berfungsi untuk merotasi sebuah obyek atau vertices.
S key : Berfungsi untuk mengatur skala sebuah obyek atau vertices.
G key : Berfungsi untuk memindahkan sebuah obyek atau vertices.
P key : Berfungsi untuk memisahkan vertices yang dipilih menjadi sebuah obyek didalam edit mode.
 Shift + D : Berfungsi untuk menduplikat sebuah obyek atau vertices.
E key : Berfungsi untuk meng-extrude vertices yang telah dipilih didalam edit mode.
U key : Didalam object mode berfungsi untuk menampilkan SingleUser menu, sedangkan didalam edit mode berfungsi sebagai undo.
M key : Berfungsi untuk memindahkan obyek ke layer lain. Didalam edit mode berfungsi sebagai Mirror.
Z key : Berfungsi untuk merubah view dari wireframe menjadi solid.
Alt + Z : Berfungsi untuk merubah view tekstur atau tembus pandang.
 P key : Berfungsi untuk memulai mode game.
ALT / CTRL + P : Berfungsi untuk membuat atau menghapus hubungan Parent/Child.
 N key : Berfungsi untuk menampilkan info sebuah obyek dalam bentuk numeric.
Ctrl + J : Berfungsi untuk menggabungkan obyek.
Alt + A : Berfungsi untuk menjalankan animasi.
F key : Berfungsi untuk membuat sebuah sisi pada edit mode.
W key : Ekspresi Boolean untuk menggabungkan atau mengiris pada 2 obyek atau lebih.
X atau Delete : Berfungsi untuk menghapus obyek, vertices, atau sisi.
Function keys : F1 = Load File, F2 = Save, F3 = Save Image, F4 = Lamp Buttons, F5 = Material Buttons, F6 = Texture Buttons, F7 = Animation Buttons, F8 = Real Time Buttons, F9 = Edit Buttons, F10 = Display Buttons, F11 = Last Render, F12 = Render.
I key : Berfungsi untuk memasukkan animasi.
ALT + U : Berfungsi untuk menampilkan Global Undo Command.
ALT + C : Berfungsi untuk mengkonversi menjadi meshes, text dan curves.
Shift + Space : Berfungsi untuk menampilkan seluruh layar atau hanya pada viewport yg aktif saja.
Ctrl + 0 : Berfungsi untuk memilih sebuah camera.

MENU FILE
Append = Ketika anda menginginkan untuk memasukkan elemen dari file Blender yang satu ke file Blender yang lainnya, perlu menggunakan append command.
Save = menyimpan hasil kerja
Save As = menyimpan hasil kerja dengan nama lain
Export/Import = kemampuan Blender untuk menerima beberapa jenis 3D file dari program lain. Blender dapat menyimpan ke dalam bentuk file 3D dari program lain ataupun juga sebaliknya

MENU ADD
Add digunakan untuk menambahkan objek-objek, seperti kamera, lighting dan objek 3D.
Render berfungsi untuk melihat hasil Rendering dan settingnya.
>>Help digunakan untuk melihat bagaimana Blender bekerja dan berbagai jawaban untuk pertanyaan dari user.

2. View Port
Pada View Port, terdapat 3 objek, yaitu Cube, Lamp dan Camera. Secara default, View Port memiliki axis X dan Y. dan didalam view port ini kita bisa melihat project dalam berbagai macam sudut dan dapat mengatur letak dan kamera serta sebagainya.

3. Tool Button
Berikut beberapa tools button yang biasa digunakan pada Blender :

>> Translate Manipulator Mode : Berfungsi untuk mengambil objek. Disimbolkan segitiga merah, bila menggunakan keboard bisa
secara langsung menekan Ctrl+Alt+G.
>> Rotate Manipulator Mode : Berfungsi untuk memutar objek. Disimbolkan berupa lingkaran hijau, bila menggunakan keyboard bisa secara langsung menekan Ctrl+Alt+R.
>> Scale Manipulator Mode : Berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil objek. Disimbolkan berupa persegi biru, bila menggunakan keyboard bisa secara langsung menekan Ctrl+Alt+S.
>> Transform Orientation : Berfungsi untuk mengabungkan beberapa objek.
>> Rotating/ Scaling pivot : Berfungsi memutar dan memperbesar atau memperkecil pada area pivot, pivot merupakan titik pusat suatu objek. Disimbolkan berupa titik hitam dengan tanda panah. Pivot adalah titik pusat dari suatu objek, secara default pada Blender kita menggunakan Median Point.
>> Modeling : Berfungsi untuk membuat model 3D awal.
>> UV Mapping : Berfungsi untuk memindahkan objek berdasarkan vertex.
>> Texturing : Adalah pembuatan textur pada objek bisa dengan meload gambar dari kita sendiri, ataupun dari bawaan Blender.
>> Rigging : Berfungsi untuk pembuatan tulang atau bones pada objek.
>> Skinning : Berfungsi untuk pembuatan kulit pada objek atau model.
>> Animasi : Berfungsi untuk pembuatan animasi atau objek bergerak secara timeline/ waktu.
>> Particle : Berfungsi untuk pembuatan particle pada objek atau model.

Basic Blender Shortcut:

>> Memilih obyek: klik kanan
>> Multiple obyek: shift + klik kanan
>> Select/Deselect All: A
>> Tools Shelf Toggle: Shortcut: T ; Menampilkan Tools Shelf
>> Menghapus obyek (vertex, edge, face): x
>> Properties Panel Toggle: Shortcut: N ; Menampilkan Properties Panel
>> Set Center: Shortcut: Shift + CTRL + Alt + C ; Gunakan menu ini untuk select Center New, Center Cursor atau ObData to Center
>> Circle Select: Shortcut: C ; Untuk seleksi Circle/bundar
>> Marquee Zoom: Shortcut: Shift + B, lalu LMB-drag ; Untuk zoom obyek dengan seleksi kotak
>> Quick Toggle for Vertices, Edges and Faces: Shortcut: CTRL+TAB ; Dalam edit mode gunakan ini untuk mempercepat perpindahan seleksi
>> Isolate your Model in 3D: Shortcut: Alt + B dan LMB-drag ; Lalu, rotasikan di 3D view untuk melihat “3D projection” isolated model. Tekan Alt + B lagi untuk mengembalikan ke posisi normal.
>> Transform Hotkeys ; G = Move (Grab) ; R = Rotate ; S = Scale ; Alt + G = Reset Position ; Alt + R = Reset Rotation ; Alt + S = Reset Scale
>> Add: Shift + A
>> Viewport ala 3ds Max: Ctrl+Alt+Q

Jenis Window Dalam Blender 3D

Blender memiliki beberapa macam tipe window dan setiap window bisa diatur tipenya.
Beberapa tipe window:
- File/Image Browser : Untuk membuka file atau gamabr yang ada di komputer
- User Preferences : Meanmpilkan menu dan opsi
- Action Editor : Untuk membuat animasi
- 3D View : Untuk melihat yang sedang dibuat
 
  

Aplikasi Screencast O Matic (SOM)


Teori Dasar
Screencast O Matic adalah sebuah aplikasi berbasis Java yang digunakan untuk
membuat screencasts pada sistem operasi Windows, Mac, dan Linux.
Screencast O Matic memberikan layanan software gratis yang memungkinkan
pengguna untuk merekam semua tampilan dan gerakan dari layar monitor, baik itu
gerakan krusor dan klik indikator, mudah untuk digunakan, dapat menambahkan
keterangan atau komentar dengan mudah.
Software dapat didownload di: http://www.screencast-o-matic.com/ atau langsung
merekam secara online di halaman tersebut, dengan mengklik record, menyesuaikan
daerah yang akan direkam dan mengaktifkan audio untuk merekam, Jika computer
memiliki built in kamera (web cam) maka dapat digunakan untuk menyertakan video
sendiri. juga memiliki kemampuan untuk menambahkan sebuah file teks untuk captioning
dan berbagi video dengan audiens. Video dapat disimpan dalam format MP4, AVI, FLV,
atau dan kemudian upload ke Screencast O Matic, web space atau YouTube.
Pendidik menggunakan screencasts untuk merekam ceramah pembelajaran,
demonstrasi praktek, orientasi untuk kelas online, bercerita secara digital, dan
memberikan umpan balik pada tugas-tugas siswa, dan lain sebagainya. Pendidik juga
dapat menciptakan tugas yang meminta siswa untuk menghasilkan screencast. Dari
Presentasi Video
          berbagai aplikasi screencasting, Screencast O Matic menarik untuk pendidikan karena
sangat mudah digunakan dan menyediakan cara yang mudah untuk memasukkan teks.
Screencast O Matic video dapat dibuat dan dilihat kapan saja dan di mana saja oleh
pengguna yang memiliki koneksi Internet dan browser. Siswa dapat melihatnya kapan
saja, sehingga mereka dapat belajar baik online maupun campuran (hybrid). Video dapat
menjadi referensi untuk siswa. Secara umum, screencasts menciptakan lingkungan yang
lebih menarik bagi seorang siswa yang bekerja secara online.

LINK VIDEO :
1. cara membuat ring basket : https://www.youtube.com/watch?v=5-SZpMake4M
2. cara membuat animasi kembang api : https://www.youtube.com/watch?v=Gqv-544owhM
Daftar Pustaka